Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua arah fungi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan (Tirtahardja, 2005:37).
Sehubungan dengan fungsi tujuan yang demikian penting itu, maka keharusan bagi pendidikan untuk memahaminya. Kekurangpahaman pendidik terhadap tujuan pendidik dapat mengakibatkan kesalahan didalam melaksanakan pendidikan. Gejala demikian oleh Langeveld disebut salah teoritis (Langeveld,1995).
Pendidikan memiliki tujuan untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dalam berbagai bidang.Pengetahuan pasti memberikan pengaruh penting terhadap perkembangan kompetensi. Dalam peningkatan pengetahuan yang baik perlu digunakan proses belajar pengetahuan deklaratif dan prosedural, yakni pengetahuan tentang apa sesuatu itu serta pengetahuan tentang bagaimana sesuatu itu. Tenaga pendidik harus mengetahui tentang pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural tersebut. Peserta didik juga perlu suatu kesatuan besar dari pengetahuan deklaratif untuk dapat dimengerti, dan menggeneralisasikan pengetahuan prosedural.

1.2  Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini yaitu :
1.      Bagaimana cara memperoleh pengetahuan deklaratif?
2.      Bagaimana belajar pengetahuan prosedural?

1.3  Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui cara memperoleh pengetahuan deklaratif
2.      Mengetahui bagaimana belajar pengetahuan prosedural




BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Perolehan Pengetahuan Baru Deklaratif
Pengetahuan deklaratif menyatakan pengetahuan tentang apa sesuatu itu dan disajikan oleh proposisi-proposisi dan jaringan-jaringan proposisi. Proposisi merupakan bentuk penyajian informasi yang dapat disamakan dengan gagasan.Pengetahuan deklaratif adalah informasi faktual yang diketahui oleh seseorang. Pengetahuan ini dapat diungkapkan baik dengan lisan maupun tulisan. Contoh dari pengetahuan ini misalnya adalah seorang peserta didik mengetahui bahwa formula untuk menghitung momentum dalam mata pelajaran fisika. Formula momentum adalah massa dikalikan dengan kecepatan.
Dari penjelasan sebelumnya, juga terdapat beberapa hal yang tentu saja berhubungan dengan pengetahuan deklaratif itu sendiri. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:

2.1.1        Tingkat-tingkat Aktivitas dalam Jaringan Proposisi
Anderson(1983) berpendapat, bahwa proposisi-proposisi mempunyai berbagai tingkatan aktivitas. Pada suatu waktu sebagian besar proposisi itu tidak aktif. Sebagian kecil proposisi yang aktif pada waktu-waktu tertentu adalah bagian yang pada waktu itu dipikirkan. Proposisi-proposisi itu ialah pengetahuan lama, bukan pengetahuan baru.
Satu bagian dari memori kerja terdiri atas bagian kecil dari jaringan proposisi yang sedang aktif sedangkan bagian lain merupakan proposisi-proposisi baru yang sedang dibentuk. Dalam proses penyebaran aktivasi, suatu proposisi tertentu yang aktif meneruskan aktivasi ke proposisi yang berhubungan. Penyebaran aktivasi melandasi banyak proses berpikir.

2.1.1        Beberapa Prinsip tentang Perolehan Pengetahuan Deklaratif
Beberapa prinsip tentang perolehan pengetahuan deklaratif adalah sebagai berikut:
a.       Proposisi baru mencambuk pemanggilan pengetahuan sebelumnya melalui penyebaran aktivasi.
b.      Proposisi baru dan pengetahuan sebelumnya menstimulasi timbulnya proposisi-proposisi baru lainnya (elaborasi).
c.       Semua proposisi baru disimpan berdekatan dengan pengetahuan sebelumnya yang diaktifkan selama belajar berlangsung.

2.1.2        Kebermaknaan
Langkah-langkah dalam perolehan pengetahuan tidak menyediakan kesempatan bagi terjadinya belajar informasi yang sama sekali tidak bermakna. Hal ini disebabkan karena syarat untuk belajar ialah bahwa harus terjadi hubungan antara pengetahuan baru dan pengetahuan sebelumnya.
Makna harus terkandung dalam hubungan-hubungan antara bagian-bagian struktur pengetahuan, baik itu menyangkut hubungan-hubungan antara proposisi dan proposisi maupun hubungan antara prosedur dan proposisi. Belajar pengetahuan deklaratif sinonim dengan pembentukan makna. Bila tidak ada makna yang dapat dibentuk, maka tidak ada yang dipelajari.

2.1.3        Pemanggilan dan Kontruksi Pengetahuan Deklaratif
Suatu proses pemanggilan biasanya dimulai bila sesorang bertanya atau membaca suatu pertanyaan. Dapat juga suatu pemanggilan dimulai oleh pertanyaan yang datang dari diri sendiri, misalnya waktu seseorang memecahkan masalah, dan membutuhkan informasi yang sudah disimpan sebelumnya. Bila pertanyaan itu dari luar, pertanyaan itu haruys diubah dahulu menjadi proposisi-proposisi, yaitu media penyimpanan internal. Bila hal ini telah dilakukan, maka konsep-konsep dalam proposisi akan mengaktifkan bagian-bagian dari jaringan proposisi yang berhubungan dengan konsep-konsep itu. Aktivasi akan menyebar pada konsep-konsep lain, sehingga proposisi secara keseluruhan teraktivasi. Lalu proposisi yang telah teraktivasi ini diteliti, untuk melihat apakah proposisi ini dapat menjawab pertanyaan yang diajukan. Bila dapat, maka proposisi ini diterjemahkan dalam ucapan atau jawaban tulisan, dan dikeluarkan di lingkungan. Bila proposisi ini tidak menjawab pertanyaan, dan masih ada waktu untuk mencari jawaban, maka pencarian diteruskan dengan membiarkan aktivasi menyebar hingga proposisi lainnya teraktivasi dan diharapkan dapat memberikan jawaban. Tetapi bila tidak ada waktu lagi untuk pencarian selanjutnya, maka orang yang bersangkutan dapat membuat penerkaan didasarkan pengetahuan yang tersedia. Sebagian besar dari langkah-langkah dalam proses ini berlangsung secara tidak disadari. Saat yang disadari hanya waktu menentukan apakah proposisi yang teraktivasi menjawab pertanyaan.

2.1.4        Elaborasi Pengetahuan Deklaratif
Elaborasi adalah proses penambahan pengetahuan yang berhubungan pada informasi yang sedang dipelajari. Elaborasi memperlancar pemanggilan pemanggilan dengan dua cara yaitu :
a.       Elaborasi menyediakan alternatif cara untuk pemanggilan agar aktivasi menyebar. Jadi kalau satu cara menemukan jalan buntu, cara lain masih masih ada.
b.      Elaborasi menyediakan informasi tambahan yang dapat berguna untuk mengkontruksi jawaban.
Prinsip penyebaran aktivasi memberikan penjelasan tentang mengapa elaborasi-elaborasi yang tepat lebih baik untuk menghafal daripada elaborasi-elaborasi yang tidak tepat. Elaborasi-elaborasi yang tepat tidak menyediakan kesempatan-kesempatan bagi penyebaran aktivasi untuk menjauhi informasi yang harus diingat.
2.1.5        Organisasi Pengetahuan Deklaratif
Organisasi ialah proses pembagian himpunan informasi menjadi sub-sub himpunan dan penentuan hubungan antara sub-sub himpunan itu. Menurut Reitmen dan Reuter (1980) manusia mengorganisi informasi secara spontan. Organisasi sangat menolong peringatan informasi. Apakah informasi itu berupa daftar berisi kata-kata benda, cerita-cerita, teks pelajaran, data menunjukkan banyak keuntungan dari organisasi.
Dalam mekanismenya, organisasi dapat mempengaruhi menghafal dengan berbagai cara. Organisasi dapat menahan penyebaran aktivasi dalam daerah memori jangka panjang yang relevan, dan organisasi dapat menyediakan sumber perangsang pemanggilan untuk mencari lebih lanjut dalam memori.

2.1.6        Pertolongan Elaborasi dan Organisasi dalam Pengajaran
Banyak yang dapat dilakukan melalui pengajaran atau materi-materi tambahan untuk meningkatkan penggunaan proses-proses elaborasi dan organisasi para siswa untuk memperlancar belajar dan menghafal. Contohnya meminta peserta didik diminta untuk memberikan contoh-contoh konsep baru serta meminta melengkapi outline.
Daftar prosedur-prosedur dan pertanyaan-pertanyaan yang merangsang proses-proses belajar deklaratif tentu tergantung imajinasi para guru atau perencanaan pembelajaran. Beberapa kata-kata atau pertanyaan-pertanyaan pada permulaan suatu pelajaran yang memperlihatkan pada para siswa bagaimana materi baru terkait pada materi yang telah mereka ketahuai dapat meningkatkan belajar dan menghafal. Demikian pula beberapa kata-kata atau pertanyaan-pertanyaan selama pelajaran yang menunjukkan suatu organisasi bagi informasi baru, akan menolong peserta didik.

2.2      Belajar Pengetahuan Prosedural
Pengetahuan prosedural menyatakan pengetahuan tentang bagaimana sesuatu itu dan disajikan oleh produksi dan sistem produksi. Produksi dan sistem produksi terdiri atas kondisi-kondisi internal agar aksi-aksi dalam produksi dapat terjadi, serta memperinci aksi-aksi internal dan eksternal yang terjadi bila semua kondisi yang tercantum. Hasil dari penerapan produksi merupakan transformasi informasi. Pengetahuan prosedural teraktivasi lebih cepat dan lebih reaktif terhadap lingkungan daripada pengetahuan deklaratif.
Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan bagaimana performans seseorang dalam menjalankan langkah-langkah dalam suatu proses. Contoh dari pengetahuan ini adalah seorang peserta didik mengetahui masa suatu benda, kecepatannya, dan bagaimana prosedur menentukan momentum benda tersebut.
Dalam perolehan pengetahuan prosedural terdapat dua bentuk prosedur yang perlu dibedakan. Prosedur pengenalan-pola yang mendasari kemampuan mengenal dan mengklasifikasi pola-pola stimulus internal dan eksternal. Prosedur urutan-aksi mendasari kemampuan untuk melakukan urutan-urutan operasi terhasdap simbol-simbol.

2.2.1        Prosedur-prosedur Pengenalan-pola dan Urutan-aksi
Prosedur pengenalan-pola merupakan prosedur yang mencari suatu pola stimulus tertentu. Contoh-contoh baru dari konsep-konsep ditentukan oleh prosedur-prosedur pengenalan pola. Sedangkan prosedur urutan-aksi merupakan prosedur yang melaksanakan satu seri aksi-aksi.
Prosedur-prosedur pengenalan-pola dan urutan-aksi sangat berhubungan dalam tindakan, proses-proses belajar untuk mengenai pola-pola dan dalam belajar melakukan urutan aksi-aksi merupakan hal yang berbeda. Oleh karena itu kedua hal tersebut dipelajari secara terpisah.

2.2.2        Perolehan Prosedur-prosedur Pengenalan-pola
Proses-proses yang terlibat dalam prosedur-prosedur ini ialah generalisasi dan diskriminasi. Apabila seseorang memberikan respon dengan cara serupa pada stimulus-stimulus yang berbeda, ia dikatakan membuat generalisasi. Guru dan bahan-bahan pelajaran dapat merangsang proses generalisasi dengan memilih contoh-contoh konsep yang tepat untuk disajikan. Juga para siswa menjadi lebih tidak tergantung dalam belajar, bila mereka mengetahui bagaimana cara mengungkapkan macam-macamcontoh yang tepat.
Generalisasi meningkatkan daerah situasi-situasi untuk pernerapan suatu prosedur, sedangkan diskriminasi mengurangi atau mempersempit daerah ini. Diskriminasi dirangsang bila suatu prosedur yang telah dikenal tidak dapat diterapkan.
Dalam generalisasi seleksi dan urutan dari contoh-contoh merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kemungkinan, bahwa seorang siswa akan membentuk produksi pengenalan-pola yang benar. Dalam diskriminasi yang penting ialah seleksi dan urutan dari contoh-noncontoh. Suatu noncontoh merupakan suatu misal yang bukan suatu contoh dari konsep yang sedang dipelajari.

2.2.3        Perolehan Prosedur-prosedur Urutan-aksi
Pengenalan-pola dan urutan-aksi sangat terkait dalam tindakan. Akan tetapi, selama belajar kedua prosedur itu dapat dipisahkan. Proses perubahan dari tindakan suatu urutan aksi-aksi dibimbing oleh pengetahuan deklaratif ke tindakan yang dibimbing oleh pengetahuan prosedural, disebut sebagai kompilasi pengetahuan(J.R Anderson,1982).
Kompilasi pengetahuan terdiri atas dua sub proses yaitu proseduralisasi dan komposisi. Proseduralisasi ialah pengguguran perangsang-perangsang dari pengetahuan deklaratif. Proseduralisasi terdiri atas menghasilkan suatu uraian proposisional dari suatu urutan aksi-aksi dan menerjemahkan uraian proposisional ini kedalam suatu himpunan produksi-produksi.
Sedangkan komposisi ialah penggabungan beberapa prosedur menjadi satu prosedur. Agar terjadi komposisi, suatu urutan dari dua produksi harus aktif dalam memori kerja pada waktu yang sama. Sistem akan mempertahankan bahwa aksi dari produksi pertama menimbulkan kondisi untuk produksi yang kedua. Hasilnya merupakan suatu produksi baru yang mempunyai kondisi dari produksi pertama, dan aksi-aksi dari kedua produksi. Kondisi dari produksi kedua hilang sebagai informasi yang tidak diperlukan.

2.2.4        Strategi Mengajar Prosedural
Strategi mengajar untuk generalisasi, diskriminasi, proseduralisasi, dan komposisi pada umumnya memiliki perbedaan. Strategi yang dapat dilakukan untuk setiap macam pengetahuan prosedural antara lain adalah latihan yang diikuti dengan umpan balik. Apabila prosedur ini merupakan pengenalan-pola, maka kesempatan untuk mengklasifikasikan contoh-comtoh baru dari pola hendaknya diberikan. Umpan balik tidak hanya memperlihatkan apakah yang dilakukan betul, tetapi juga bila jawabannya tidak betul. Bila prosedur merupakan urutan-aksi, soal-soal hendaknya berupa aplikasi dari prosedur. Umpan balik hendaknya menunjukkan secara tepat dalam hal apa aplikasi itu dibetulkan, atau secara tepat bagaimana cepatnya suatu prosedur yang betul diterapkan.
Proses-proses belajar yang berhubungan dengan pengetahuan prosedural tergantung pada latihan dan umpan balik. Sebagai contohnya untuk mengembangkan keahlian dalam penampilan intelektual memerlukan waktu yang lama karena membutuhkan kesempatan untuk latihan-latihan. Sebab hanya melalui latihan dapat dikembangkan prosedur-prosedur.


BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Pengetahuan deklaratif merupakan pengetahuan yang menyatakan tentang apa sesuatu itu, sedangkan pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan yang menyatakan tentang bagaimana sesuatu itu.
2.      Perolehan pengetahuan deklaratif terjadi bila pengetahuan baru menstimulasi aktivasi pengetahuan lama yang relevan.
3.      Belajar pengetahuan deklaratif pada diri peserta didik harus terdapat kebermaknaan hubungan antara struktur pengetahuan,serta melakukan elaborasi dan organisasi terhadap pengetahuan itu.
4.      Dalam perolehan pengetahuan prosedural terdapat dua bentuk prosedur yang perlu dibedakan, yakni prosedur pengenalan-pola dan prosedur urutan-aksi. Belajar pengetahuan prosedural pada peserta didik dapat dilakukan dengan cara latihan dan umpan balik.

3.2  Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang diajukan dirumuskan sebagai berikut. Belajar pengetahuan deklaratif dan prosedural sangat berkaitan satu sama lain. Apabila pengetahuan deklaratif berjalan dengan baik, namun pengetahuan proseduralnya terhambat maka tidak akan menghasilkan pembelajaran yang efisien dan efektif. Oleh karena itu dalam penerapan belajar pengetahuan deklaratif dan prosedural diperlukan keselarasan antara satu sama lain. Pendidik harus mengetahui bagaimana cara menerapkan pengetahuan terhadap peserta didik, dan peserta didik juga harus mampu belajar pengetahuan deklaratif dan prosedural agar lebih meningkatkan pendidikan.














DAFTAR RUJUKAN

Dahar, Ratna Wilis.1989. Teori-Teori Belajar. Bandung : Erlangga.
Langeveld,M.J. 1955. Beknope Theoretische Paedagogiek. Jakarta : Dian Rakyat. 
Tirtahardja,Umar & LaSulo, S.L.2005.Pengantar Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Wijayanti, Ratih Eka. 2014. Belajar Pengetahuan Deklaratif dan Prosedural, (Online), (http://ratih24eka.blogspot.co.id/2014/03/belajar-pengetahuan-deklaratif-dan.html) diakses tanggal 7 September 2015.

makalah smartwatch

Jumat, 11 Desember 2015
Posted by Unknown
Tag :


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “SMARTWATCH, JAM TANGAN UNIK NAN CANGGIH ERA GLOBAL”, tepat pada waktu yang telah ditentukan. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Belajar dan Pembelajaran.
Atas terselesaikannya makalah ini maka penulis mengucapkan terima kasih kepada:
  1. Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam penulisan makalah ini.
  2.  Bapak Teguh Tri Wahyudi S.S, M.A selaku Dosen Mata kuliah Bahasa Indonesia Keilmuan.
  3. Serta semua pihak yang turut membantu terselesaikannya makalah ini.
Karena keterbatasan pengetahuan penulis maka penulisan makalah ini jauh dari sempurna,oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak untuk perbaikan makalah ini. Besar harapan penulis agar makalah ini dapat berguna dengan baik.

Malang, Desember 2015

Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR       ................................................................................ .i
DAFTAR ISI           .......................................................................................... .ii
BAB I  PENDAHULUAN................................................................................ 1

1.1    Judul                  ............................................................................. .1
1.2       Latar Belakang   .1
1.3       Rumusan Masalah .......................................................................... .2
1.4      Tujuan............................................................................................. 2
1.5       Manfaat.......................................................................................... .2

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................. .2
2.1         Pengertian Jam Tangan Pintar (Smartwatch)................................. 2
2.2         Cara Kerja Jam Tangan Pintar (Smartwatch)................................. 4
2.3         Fungsi Jam Tangan Pintar (Smartwatch)....................................... 4
2.4         Harga Beli Jam Tangan Pintar (Smartwatch)................................. 5

BAB III PENUTUP........................................................................................... 7
3.1         Kesimpulan................................................................................... 7
DAFTAR  PUSTAKA....................................................................................... 7











BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Judul
“Smartwatch, Jam Tangan Unik nan Canggih Era Global”

1.2 Latar Belakang
Globalisasi merupakan suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.
Pada era global ini, banyak berkembang dan ditemukan penemuan-penemuan terbaru mengenai kecanggihan teknologi sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan manusia yang dapat memanjakan manusia sebagai pemuas kebutuhan mereka. Tak lain halnya kecanggihan teknologi di era global ini juga dapat membuat seorang individu tampil selangkah lebih maju dari individu lainnya dengan gaya atau model ketika mengikuti perkembangan trend terkini.
Sekarang banyak ditemukan alat-alat komunikasi yang sangat mempermudah manusia dalam berhubungan antar manusia satu dengan lainnya, serta mempermudah manusia dalam memperoleh informasi-informasi yang ada di seluruh belahan dunia. Misalnya saja telah diciptakannya internet, gadget-gadget, maupun smartphone yang menjadi jawara dalam perkembangan teknologi yang dapat memanjakan manusia. Begitu pula dengan jam tangan yang saat ini telah banyak mengalami perkembangan modifikasi menjadi alat komunikasi yang disebut dengan Smart Watch (Jam Tangan Pintar), yang akan sedikit diulas dalam makalah ini.


1.3      Rumusan Masalah
1.         Apakah yang dimaksud Jam Tangan Pintar (Smart Watch)?
2.         Bagaimana cara kerja Smart Watch?
3.    Apakah Fungsi dari Smart Watch?
4.         Berapa nilai jual untuk sebuah Smart watch?

 1.4      Tujuan
1.         Untuk mengetahui perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era global.
2.         Untuk menambah wawasan mengenai Smart Watch.

1.5       Manfaat
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membuat manusia menciptakan hal-hal baru yang menjadikan mereka mudah dalam melakukan pekerjaannya. Tidak hanya para ilmuan saja yang menciptakan penemuan-penemuan canggih yang dapat menjadikan pekerjaan-pekerjaan manusia menjadi instan, melainkan manusia-manusia yang memiliki ide-ide cemerlang juga mampu menuangkan ide-ide mereka menggunakan kreatifitas-kreatifitas mereka sehingga terciptalah suatu barang dengan fungsi yang lebih banyak.
Untuk itu, banyak manfaat yang diperoleh dari penulisan serta isi dari makalah ini, yaitu antara lain pembaca dapat memperoleh pengetahuan mengenai Smart Watch yang mulai mendunia, dapat menjadikan manusia lebih mudah dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, mempermudah memperoleh informasi yang ada di sekitarnya maupun bahkan di seluruh dunia, mempermudah dalam menjalin komunikasi antara seorang induvidu dengan individu lainnya, serta menjadikan seorang individu menjadi selangkah lebih maju dari individu yang lainnya karena mengikuti perkembangan teknologi sesuai zamannya.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1      Pengertian Jam Tangan Pintar (Smart Watch)
            Jam tangan pintar merupakan perangkat yang memiliki kemampuan komputasi yang cukup tinggi. Dengan kemampuan tersebut, Smartwatch menawarkan fasilitas yang tidak ada pada jam tangan biasa. Smartwatch merupakan perangkat yang di desain sebagai pelengkap atau berpasangan dengan ponsel pintar (Smartphone). Dengan begitu, anda bisa menikmati fitur-fitur seperti koneksi internet, menjalankan aplikasi Smartphone anda, melakukan panggilan telepon, membuat pesan via text atau video, memonitor caller ID, melihat kondisi cuaca, mengontrol tingkat kebugaran, mendapatkan koordinat GPS dan lokasi, serta masih banyak lagi yang bisa dilakukan oleh perangkat Smartwatch ini.
Beberapa perusahaan ponsel pintar telah memunculkan produk jam tangan pintar ke pasaran. Tentu saja hal ini juga dibarengi dengan munculnya perangkan ponsel pintar yang mampu bekerja bersama dengan Smartwatch, Seperti Samsung Galaxy Note 3 dengan Gear Watch-nya. Pada 2015 ini, beberapa perusahaan besar juga memiliki keinginan untuk merambah pasar ini, seperti Google, Samsung, Apple, LG, Sony, Pebble dan beberapa perusahaan lainnya.
Smartwatch sendiri yang merupakan produk Wearable device atau perangkat yang bisa dipakai ini memiliki definisi yang berubah-ubah sesuai teknologi yang ada. Saat smartwatch masih berteknologi PDA, maka smartwatch dikatakan mini-PDA yang bisa dikenakan pada pergelangan tangan.
Namun saat teknologinya berkembang pada teknologi wireless dengan berbagai fitur aplikasi maka smartwatch dikatakan sebagai mini-tablet. Namun saat smartwatch menemui wujudnya dalam bentuk teknologi komunikasi dan berbagai fiturnya, maka jam tangan pintar ini disebut sebagai mini-smartphone. Menengok teknologi smartwatch berarti kita harus tahu apa dan bagaimana sejarah smartwatch dimasa lalu. Perkembangan jam tangan pintar saat ini bukan berarti teknologi ini baru saja muncul. Ternyata, dalam sejarahnya konsep smartwatch ini sudah ada sejak tahun 1978 saat Citizen mengeluarkan produk jam tangan berfitur kalkulator.
Smartwatch berikutnya diluncurkan oleh arloji Seiko dengan arloji berprosesor tahun 1983 dan Casio dengan fitur kalkulator layar sentuhnya tahun 1984. Time Data Link tahun 1994 juga meluncurkan jam tangan yang bisa mengunduh data komputer.
Tahun 1999 Samsung mengeluarkan SPH-WP10, jam tangan yang menggabungkan fungsi jam dan ponsel ke dalam satu perangkat. Memasuki millenium kedua giliran IBM Linux meluncurkan prototipe arloji yang bisa berkomunikasi dengan PC melalui koneksi Bluetooth dengan platform Linux. Fossil sendiri meluncurkan smartwatch berkonsep PDA (Personal Digital Assistant) dengan berbagai fitur.
Tahun 2006 giliran Microsoft yang menciptakan smartwatch SPOT yang bisa memberikan informasi cuaca dan berita terbaru. Smartwatch berikutnya diluncurkan oleh LG tahun 2009. Arloji cerdas yang diberi nama LG GD910 ini berlayar sentuh 1,43 inci dengan fungsi voice recognition dan text-to-speech. Selain mampu menjalankan fungsi telepon, LG GD910 ini bisa digunakan untuk video call berkat jaringan 3G dan kamera 0,3MP-nya.
Yang terbaru dari perkembangan smartwatch saat ini dimiliki oleh Sony dengan terobosannya pada penggunaan kertas elektronik (e-paper). Bahan e-paper ini diyakini mampu menghemat daya konsumsi baterai lebih baik yang memang menjadi kelemahan smartwatch berbahan material LCD.
2.2      Cara Kerja Jam Tangan Pintar (Smart Watch)
  instal aplikasi LiveWare™ manager atau aplikasi Smart Connect dari Google Play™ di ponsel Anda, jika salah satu aplikasi tersebut belum terinstal.
  pasangkan perangkat SmartWatch Anda dengan ponsel Anda menggunakan sambungan Bluetooth™.
  instal aplikasi SmartWatch di ponsel Anda.
  instal aplikasi-aplikasi yang khusus dibuat untuk SmartWatch di ponsel Anda, seperti Perpesanan, Kalender, Temukan ponsel, Facebook dan Twitter. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat membantu Anda menjalankan fungsi pada perangkat SmartWatch Anda.
2.3      Fungsi Jam Tangan Pintar (Smart Watch)
                  Perangkat mampu menerima panggilan telepon dengan sentuhan ke pergelangan tangan Dilengkapi aplikasi kamera pintar, perangkat ini mampu mengambil gambar dari jauh lewat SmartWatch. Anda juga bisa mengontrol presentasi Anda dari jauh dengan menggunakan Presentation Pal Jika Anda sedang berlari atau bersepeda? Pilih aplikasi peta pada SmartWatch untuk memeriksa rute Anda, cukup dengan melihat sekilas ke pergelangan tangan Anda. Bahkan menggunakan jam tangan ini, Anda bisa membaca email yang sudah di-download sebelumnya ketika sedang tidak terhubung dengan ponsel Anda. Anda disarankan menggunakan aplikasi lifestyle seperti Runtastic untuk merekam dan secara instan memonitor kegiatan fitness Anda di mana saja. Secara cepat dan mudah menyesuaikan lagu dan volume pada pemutar musik, tanpa harus mengeluarkan ponsel dari saku Anda. Terdapat lebih dari 200 aplikasi untuk generasi pertama dan dengan open API (Application Program Interface).

2.4      Harga Beli Jam Tangan Pintar (Smart Watch)
Perkembangan smartwatch yang begitu massif sekarang ini ternyata mendorong beberapa pelaku tekno lokal untuk berkreasi dan memproduksi smartwatch. Tepatnya pada bulan Februari 2014, SpeedUp, sebuah perusahaan lokal Indonesia telah lama malang melintang di dunia tekno ini secara resmi meluncurkan smartwatch buatannya pada acara Mobile World Congress, di Barcelona.
Harga SpeedUp smartwatch sendiri saat itu merupakan harga termurah untuk kategori jam tangan pintar dipasaran. Dengan harga jual Rp 1,5 juta, kini hanya Pebble lah yang mampu menyaingi harga smartwatch yang terjangkau.
Beberapa fasilitas dan fitur yang dimiliki SpeedUp smartwatch sendiri sudah cukup komplit seperti Layar berukuran 1,54 inci dengan sertifikasi IP57 atau antiair, processor MIPS 1 gigahertz dengan RAM-nya sebesar 512 megabita. Smartwatch SpeedUp ini juga telah disertai sistem operasi teranyar #Android 4.4 KitKat. Dengan memory sebesar 4 gigabita, anda sudah cukup bisa leluasa menyimpan file dengan ukuran yang besar.
Baterainya sendiri berkekuatan 300 mAh dan sudah dilengkapi bluetooth dan slot USB. Beberapa fitur yang ada pada SpeedUp Smartwatch antara lain BlackBerry Messenger (BBM), WhatsApp, Facebook dan Twitter.













BAB III
PENUTUP
3.1      KESIMPULAN     
            Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat maka diciptakanlah alat yang memiliki banyak fungsi. Sebagai contoh adalah Jam Tangan Pintar (Smart Watch). Dengan Smart Watch, anda bisa menikmati fitur-fitur seperti koneksi internet, menjalankan aplikasi Smartphone anda, melakukan panggilan telepon, membuat pesan via text atau video, memonitor caller ID, melihat kondisi cuaca, mengontrol tingkat kebugaran, mendapatkan koordinat GPS dan lokasi, serta masih banyak lagi yang bisa dilakukan oleh perangkat Smartwatch ini. Jam tangan pintar ini juga bisa kita beli dengan harga yang terjangkau.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.anugrahpratama.com/a/smartwatch-jam-tangan-pintar-yang-diperkirakan-booming-pada-2015/
Welcome to My Blog

Jam

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © electrical kingdom -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -