Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Belajar Pengetahun Deklaratif dan Belajar Pengetahuan Prosedural
Senin, 14 Desember 2015
Posted by Unknown
Tag :
Makalah
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Tujuan
pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar,
dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua arah fungi
yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu
yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan (Tirtahardja, 2005:37).
Sehubungan
dengan fungsi tujuan yang demikian penting itu, maka keharusan bagi pendidikan
untuk memahaminya. Kekurangpahaman pendidik terhadap tujuan pendidik dapat
mengakibatkan kesalahan didalam melaksanakan pendidikan. Gejala demikian oleh
Langeveld disebut salah teoritis (Langeveld,1995).
Pendidikan
memiliki tujuan untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dalam berbagai
bidang.Pengetahuan pasti memberikan pengaruh penting terhadap perkembangan
kompetensi. Dalam peningkatan pengetahuan yang baik perlu digunakan proses
belajar pengetahuan deklaratif dan prosedural, yakni pengetahuan tentang apa
sesuatu itu serta pengetahuan tentang bagaimana sesuatu itu. Tenaga pendidik
harus mengetahui tentang pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural
tersebut. Peserta didik juga perlu suatu kesatuan besar dari pengetahuan
deklaratif untuk dapat dimengerti, dan menggeneralisasikan pengetahuan
prosedural.
1.2 Rumusan
Masalah
Rumusan
masalah dari makalah ini yaitu :
1.
Bagaimana
cara memperoleh pengetahuan deklaratif?
2.
Bagaimana
belajar pengetahuan prosedural?
1.3 Tujuan
Tujuan
dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Mengetahui
cara memperoleh pengetahuan deklaratif
2.
Mengetahui
bagaimana belajar pengetahuan prosedural
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perolehan
Pengetahuan Baru Deklaratif
Pengetahuan
deklaratif menyatakan pengetahuan tentang apa sesuatu itu dan disajikan oleh
proposisi-proposisi dan jaringan-jaringan proposisi. Proposisi merupakan bentuk
penyajian informasi yang dapat disamakan dengan gagasan.Pengetahuan deklaratif
adalah informasi faktual yang diketahui oleh seseorang. Pengetahuan ini dapat
diungkapkan baik dengan lisan maupun tulisan. Contoh dari pengetahuan ini
misalnya adalah seorang peserta didik mengetahui bahwa formula untuk menghitung
momentum dalam mata pelajaran fisika. Formula momentum adalah massa dikalikan
dengan kecepatan.
Dari
penjelasan sebelumnya, juga terdapat beberapa hal yang tentu saja berhubungan
dengan pengetahuan deklaratif itu sendiri. Hal-hal tersebut adalah sebagai
berikut:
2.1.1
Tingkat-tingkat
Aktivitas dalam Jaringan Proposisi
Anderson(1983)
berpendapat, bahwa proposisi-proposisi mempunyai berbagai tingkatan aktivitas.
Pada suatu waktu sebagian besar proposisi itu tidak aktif. Sebagian kecil
proposisi yang aktif pada waktu-waktu tertentu adalah bagian yang pada waktu
itu dipikirkan. Proposisi-proposisi itu ialah pengetahuan lama, bukan
pengetahuan baru.
Satu
bagian dari memori kerja terdiri atas bagian kecil dari jaringan proposisi yang
sedang aktif sedangkan bagian lain merupakan proposisi-proposisi baru yang
sedang dibentuk. Dalam proses penyebaran aktivasi, suatu proposisi tertentu
yang aktif meneruskan aktivasi ke proposisi yang berhubungan. Penyebaran
aktivasi melandasi banyak proses berpikir.
2.1.1
Beberapa
Prinsip tentang Perolehan Pengetahuan Deklaratif
Beberapa prinsip tentang perolehan
pengetahuan deklaratif adalah sebagai berikut:
a.
Proposisi
baru mencambuk pemanggilan pengetahuan sebelumnya melalui penyebaran aktivasi.
b.
Proposisi
baru dan pengetahuan sebelumnya menstimulasi timbulnya proposisi-proposisi baru
lainnya (elaborasi).
c.
Semua
proposisi baru disimpan berdekatan dengan pengetahuan sebelumnya yang
diaktifkan selama belajar berlangsung.
2.1.2
Kebermaknaan
Langkah-langkah dalam perolehan
pengetahuan tidak menyediakan kesempatan bagi terjadinya belajar informasi yang
sama sekali tidak bermakna. Hal ini disebabkan karena syarat untuk belajar
ialah bahwa harus terjadi hubungan antara pengetahuan baru dan pengetahuan
sebelumnya.
Makna harus terkandung dalam
hubungan-hubungan antara bagian-bagian struktur pengetahuan, baik itu
menyangkut hubungan-hubungan antara proposisi dan proposisi maupun hubungan
antara prosedur dan proposisi. Belajar pengetahuan deklaratif sinonim dengan
pembentukan makna. Bila tidak ada makna yang dapat dibentuk, maka tidak ada
yang dipelajari.
2.1.3
Pemanggilan
dan Kontruksi Pengetahuan Deklaratif
Suatu proses pemanggilan biasanya
dimulai bila sesorang bertanya atau membaca suatu pertanyaan. Dapat juga suatu
pemanggilan dimulai oleh pertanyaan yang datang dari diri sendiri, misalnya
waktu seseorang memecahkan masalah, dan membutuhkan informasi yang sudah
disimpan sebelumnya. Bila pertanyaan itu dari luar, pertanyaan itu haruys
diubah dahulu menjadi proposisi-proposisi, yaitu media penyimpanan internal.
Bila hal ini telah dilakukan, maka konsep-konsep dalam proposisi akan
mengaktifkan bagian-bagian dari jaringan proposisi yang berhubungan dengan
konsep-konsep itu. Aktivasi akan menyebar pada konsep-konsep lain, sehingga
proposisi secara keseluruhan teraktivasi. Lalu proposisi yang telah teraktivasi
ini diteliti, untuk melihat apakah proposisi ini dapat menjawab pertanyaan yang
diajukan. Bila dapat, maka proposisi ini diterjemahkan dalam ucapan atau
jawaban tulisan, dan dikeluarkan di lingkungan. Bila proposisi ini tidak menjawab
pertanyaan, dan masih ada waktu untuk mencari jawaban, maka pencarian
diteruskan dengan membiarkan aktivasi menyebar hingga proposisi lainnya
teraktivasi dan diharapkan dapat memberikan jawaban. Tetapi bila tidak ada
waktu lagi untuk pencarian selanjutnya, maka orang yang bersangkutan dapat
membuat penerkaan didasarkan pengetahuan yang tersedia. Sebagian besar dari
langkah-langkah dalam proses ini berlangsung secara tidak disadari. Saat yang
disadari hanya waktu menentukan apakah proposisi yang teraktivasi menjawab
pertanyaan.
2.1.4
Elaborasi
Pengetahuan Deklaratif
Elaborasi adalah proses penambahan
pengetahuan yang berhubungan pada informasi yang sedang dipelajari. Elaborasi
memperlancar pemanggilan pemanggilan dengan dua cara yaitu :
a.
Elaborasi
menyediakan alternatif cara untuk pemanggilan agar aktivasi menyebar. Jadi
kalau satu cara menemukan jalan buntu, cara lain masih masih ada.
b.
Elaborasi
menyediakan informasi tambahan yang dapat berguna untuk mengkontruksi jawaban.
Prinsip penyebaran
aktivasi memberikan penjelasan tentang mengapa elaborasi-elaborasi yang tepat
lebih baik untuk menghafal daripada elaborasi-elaborasi yang tidak tepat.
Elaborasi-elaborasi yang tepat tidak menyediakan kesempatan-kesempatan bagi
penyebaran aktivasi untuk menjauhi informasi yang harus diingat.
2.1.5
Organisasi
Pengetahuan Deklaratif
Organisasi ialah proses pembagian
himpunan informasi menjadi sub-sub himpunan dan penentuan hubungan antara
sub-sub himpunan itu. Menurut Reitmen dan Reuter (1980) manusia mengorganisi
informasi secara spontan. Organisasi sangat menolong peringatan informasi.
Apakah informasi itu berupa daftar berisi kata-kata benda, cerita-cerita, teks
pelajaran, data menunjukkan banyak keuntungan dari organisasi.
Dalam mekanismenya, organisasi dapat
mempengaruhi menghafal dengan berbagai cara. Organisasi dapat menahan
penyebaran aktivasi dalam daerah memori jangka panjang yang relevan, dan
organisasi dapat menyediakan sumber perangsang pemanggilan untuk mencari lebih
lanjut dalam memori.
2.1.6
Pertolongan
Elaborasi dan Organisasi dalam Pengajaran
Banyak yang dapat dilakukan melalui
pengajaran atau materi-materi tambahan untuk meningkatkan penggunaan
proses-proses elaborasi dan organisasi para siswa untuk memperlancar belajar
dan menghafal. Contohnya meminta peserta didik diminta untuk memberikan
contoh-contoh konsep baru serta meminta melengkapi outline.
Daftar prosedur-prosedur dan
pertanyaan-pertanyaan yang merangsang proses-proses belajar deklaratif tentu
tergantung imajinasi para guru atau perencanaan pembelajaran. Beberapa
kata-kata atau pertanyaan-pertanyaan pada permulaan suatu pelajaran yang
memperlihatkan pada para siswa bagaimana materi baru terkait pada materi yang
telah mereka ketahuai dapat meningkatkan belajar dan menghafal. Demikian pula
beberapa kata-kata atau pertanyaan-pertanyaan selama pelajaran yang menunjukkan
suatu organisasi bagi informasi baru, akan menolong peserta didik.
2.2 Belajar
Pengetahuan Prosedural
Pengetahuan
prosedural menyatakan pengetahuan tentang bagaimana sesuatu itu dan disajikan
oleh produksi dan sistem produksi. Produksi dan sistem produksi terdiri atas
kondisi-kondisi internal agar aksi-aksi dalam produksi dapat terjadi, serta
memperinci aksi-aksi internal dan eksternal yang terjadi bila semua kondisi yang
tercantum. Hasil dari penerapan produksi merupakan transformasi informasi. Pengetahuan
prosedural teraktivasi lebih cepat dan lebih reaktif terhadap lingkungan
daripada pengetahuan deklaratif.
Pengetahuan
prosedural adalah pengetahuan bagaimana performans seseorang dalam menjalankan
langkah-langkah dalam suatu proses. Contoh dari pengetahuan ini adalah seorang
peserta didik mengetahui masa suatu benda, kecepatannya, dan bagaimana prosedur
menentukan momentum benda tersebut.
Dalam
perolehan pengetahuan prosedural terdapat dua bentuk prosedur yang perlu
dibedakan. Prosedur pengenalan-pola yang mendasari kemampuan mengenal dan
mengklasifikasi pola-pola stimulus internal dan eksternal. Prosedur urutan-aksi
mendasari kemampuan untuk melakukan urutan-urutan operasi terhasdap
simbol-simbol.
2.2.1
Prosedur-prosedur
Pengenalan-pola dan Urutan-aksi
Prosedur pengenalan-pola merupakan
prosedur yang mencari suatu pola stimulus tertentu. Contoh-contoh baru dari
konsep-konsep ditentukan oleh prosedur-prosedur pengenalan pola. Sedangkan
prosedur urutan-aksi merupakan prosedur yang melaksanakan satu seri aksi-aksi.
Prosedur-prosedur pengenalan-pola dan
urutan-aksi sangat berhubungan dalam tindakan, proses-proses belajar untuk
mengenai pola-pola dan dalam belajar melakukan urutan aksi-aksi merupakan hal
yang berbeda. Oleh karena itu kedua hal tersebut dipelajari secara terpisah.
2.2.2
Perolehan
Prosedur-prosedur Pengenalan-pola
Proses-proses yang terlibat dalam
prosedur-prosedur ini ialah generalisasi dan diskriminasi. Apabila seseorang
memberikan respon dengan cara serupa pada stimulus-stimulus yang berbeda, ia
dikatakan membuat generalisasi. Guru dan bahan-bahan pelajaran dapat merangsang
proses generalisasi dengan memilih contoh-contoh konsep yang tepat untuk
disajikan. Juga para siswa menjadi lebih tidak tergantung dalam belajar, bila
mereka mengetahui bagaimana cara mengungkapkan macam-macamcontoh yang tepat.
Generalisasi meningkatkan daerah
situasi-situasi untuk pernerapan suatu prosedur, sedangkan diskriminasi
mengurangi atau mempersempit daerah ini. Diskriminasi dirangsang bila suatu
prosedur yang telah dikenal tidak dapat diterapkan.
Dalam generalisasi seleksi dan urutan
dari contoh-contoh merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kemungkinan,
bahwa seorang siswa akan membentuk produksi pengenalan-pola yang benar. Dalam
diskriminasi yang penting ialah seleksi dan urutan dari contoh-noncontoh. Suatu
noncontoh merupakan suatu misal yang bukan suatu contoh dari konsep yang sedang
dipelajari.
2.2.3
Perolehan
Prosedur-prosedur Urutan-aksi
Pengenalan-pola dan urutan-aksi sangat
terkait dalam tindakan. Akan tetapi, selama belajar kedua prosedur itu dapat
dipisahkan. Proses perubahan dari tindakan suatu urutan aksi-aksi dibimbing
oleh pengetahuan deklaratif ke tindakan yang dibimbing oleh pengetahuan
prosedural, disebut sebagai kompilasi pengetahuan(J.R Anderson,1982).
Kompilasi pengetahuan terdiri atas dua
sub proses yaitu proseduralisasi dan komposisi. Proseduralisasi ialah
pengguguran perangsang-perangsang dari pengetahuan deklaratif. Proseduralisasi
terdiri atas menghasilkan suatu uraian proposisional dari suatu urutan
aksi-aksi dan menerjemahkan uraian proposisional ini kedalam suatu himpunan
produksi-produksi.
Sedangkan komposisi ialah penggabungan
beberapa prosedur menjadi satu prosedur. Agar terjadi komposisi, suatu urutan
dari dua produksi harus aktif dalam memori kerja pada waktu yang sama. Sistem
akan mempertahankan bahwa aksi dari produksi pertama menimbulkan kondisi untuk
produksi yang kedua. Hasilnya merupakan suatu produksi baru yang mempunyai
kondisi dari produksi pertama, dan aksi-aksi dari kedua produksi. Kondisi dari
produksi kedua hilang sebagai informasi yang tidak diperlukan.
2.2.4
Strategi
Mengajar Prosedural
Strategi mengajar untuk generalisasi,
diskriminasi, proseduralisasi, dan komposisi pada umumnya memiliki perbedaan.
Strategi yang dapat dilakukan untuk setiap macam pengetahuan prosedural antara
lain adalah latihan yang diikuti dengan umpan balik. Apabila prosedur ini
merupakan pengenalan-pola, maka kesempatan untuk mengklasifikasikan
contoh-comtoh baru dari pola hendaknya diberikan. Umpan balik tidak hanya
memperlihatkan apakah yang dilakukan betul, tetapi juga bila jawabannya tidak
betul. Bila prosedur merupakan urutan-aksi, soal-soal hendaknya berupa aplikasi
dari prosedur. Umpan balik hendaknya menunjukkan secara tepat dalam hal apa
aplikasi itu dibetulkan, atau secara tepat bagaimana cepatnya suatu prosedur
yang betul diterapkan.
Proses-proses belajar yang berhubungan
dengan pengetahuan prosedural tergantung pada latihan dan umpan balik. Sebagai
contohnya untuk mengembangkan keahlian dalam penampilan intelektual memerlukan
waktu yang lama karena membutuhkan kesempatan untuk latihan-latihan. Sebab
hanya melalui latihan dapat dikembangkan prosedur-prosedur.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan
dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Pengetahuan
deklaratif merupakan pengetahuan yang menyatakan tentang apa sesuatu itu, sedangkan pengetahuan prosedural merupakan
pengetahuan yang menyatakan tentang bagaimana
sesuatu itu.
2.
Perolehan
pengetahuan deklaratif terjadi bila pengetahuan baru menstimulasi aktivasi
pengetahuan lama yang relevan.
3.
Belajar
pengetahuan deklaratif pada diri peserta didik harus terdapat kebermaknaan
hubungan antara struktur pengetahuan,serta melakukan elaborasi dan organisasi
terhadap pengetahuan itu.
4.
Dalam
perolehan pengetahuan prosedural terdapat dua bentuk prosedur yang perlu
dibedakan, yakni prosedur pengenalan-pola dan prosedur urutan-aksi. Belajar
pengetahuan prosedural pada peserta didik dapat dilakukan dengan cara latihan
dan umpan balik.
3.2 Saran
Berdasarkan
kesimpulan diatas, maka saran yang diajukan dirumuskan sebagai berikut. Belajar
pengetahuan deklaratif dan prosedural sangat berkaitan satu sama lain. Apabila
pengetahuan deklaratif berjalan dengan baik, namun pengetahuan proseduralnya
terhambat maka tidak akan menghasilkan pembelajaran yang efisien dan efektif.
Oleh karena itu dalam penerapan belajar pengetahuan deklaratif dan prosedural
diperlukan keselarasan antara satu sama lain. Pendidik harus mengetahui
bagaimana cara menerapkan pengetahuan terhadap peserta didik, dan peserta didik
juga harus mampu belajar pengetahuan deklaratif dan prosedural agar lebih
meningkatkan pendidikan.
DAFTAR RUJUKAN
Langeveld,M.J.
1955. Beknope Theoretische Paedagogiek.
Jakarta : Dian Rakyat.
Tirtahardja,Umar
& LaSulo, S.L.2005.Pengantar
Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Wijayanti, Ratih Eka. 2014. Belajar Pengetahuan Deklaratif dan Prosedural, (Online), (http://ratih24eka.blogspot.co.id/2014/03/belajar-pengetahuan-deklaratif-dan.html) diakses tanggal 7 September 2015.
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta
hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “SMARTWATCH, JAM TANGAN UNIK NAN CANGGIH
ERA GLOBAL”, tepat pada waktu
yang telah ditentukan. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Belajar dan Pembelajaran.
Atas
terselesaikannya makalah ini maka penulis mengucapkan terima kasih kepada:
- Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam penulisan makalah ini.
- Bapak Teguh Tri Wahyudi S.S, M.A selaku Dosen Mata kuliah Bahasa Indonesia Keilmuan.
- Serta semua pihak yang turut membantu terselesaikannya makalah ini.
Karena
keterbatasan pengetahuan penulis maka penulisan makalah ini jauh dari
sempurna,oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari semua pihak untuk perbaikan makalah ini. Besar harapan penulis agar
makalah ini dapat berguna dengan baik.
Malang, Desember
2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................ .i
DAFTAR ISI .......................................................................................... .ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 1
1.1 Judul ............................................................................. .1
1.2
Latar Belakang .1
1.3
Rumusan Masalah .......................................................................... .2
1.4
Tujuan.............................................................................................
2
1.5
Manfaat.......................................................................................... .2
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................. .2
2.1 Pengertian Jam Tangan Pintar
(Smartwatch)................................. 2
2.2 Cara Kerja Jam Tangan Pintar (Smartwatch)................................. 4
2.3 Fungsi Jam Tangan Pintar (Smartwatch).......................................
4
2.4 Harga Beli Jam Tangan Pintar (Smartwatch).................................
5
BAB III PENUTUP........................................................................................... 7
3.1 Kesimpulan...................................................................................
7
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Judul
“Smartwatch, Jam Tangan Unik nan
Canggih Era Global”
1.2 Latar
Belakang
Globalisasi
merupakan suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus
dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu.
Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi
proses globalisasi ini. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan
permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan
globalisasi untuk kepentingan kehidupan.
Pada
era global ini, banyak berkembang dan ditemukan penemuan-penemuan terbaru
mengenai kecanggihan teknologi sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan manusia
yang dapat memanjakan manusia sebagai pemuas kebutuhan mereka. Tak lain halnya
kecanggihan teknologi di era global ini juga dapat membuat seorang individu
tampil selangkah lebih maju dari individu lainnya dengan gaya atau model ketika
mengikuti perkembangan trend terkini.
Sekarang
banyak ditemukan alat-alat komunikasi yang sangat mempermudah manusia dalam
berhubungan antar manusia satu dengan lainnya, serta mempermudah manusia dalam
memperoleh informasi-informasi yang ada di seluruh belahan dunia. Misalnya saja
telah diciptakannya internet, gadget-gadget, maupun smartphone yang menjadi
jawara dalam perkembangan teknologi yang dapat memanjakan manusia. Begitu pula
dengan jam tangan yang saat ini telah banyak mengalami perkembangan modifikasi
menjadi alat komunikasi yang disebut dengan Smart
Watch (Jam Tangan Pintar), yang akan sedikit diulas dalam makalah ini.
1.3
Rumusan
Masalah
1.
Apakah yang dimaksud
Jam Tangan Pintar (Smart Watch)?
2.
Bagaimana
cara kerja Smart Watch?
3. Apakah Fungsi dari Smart Watch?
4.
Berapa
nilai jual untuk sebuah Smart watch?
1.4
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era global.
2.
Untuk
menambah wawasan mengenai Smart Watch.
1.5
Manfaat
Perkembangan teknologi informasi yang semakin
pesat membuat manusia menciptakan hal-hal baru yang menjadikan mereka mudah
dalam melakukan pekerjaannya. Tidak hanya para ilmuan saja yang menciptakan
penemuan-penemuan canggih yang dapat menjadikan pekerjaan-pekerjaan manusia
menjadi instan, melainkan manusia-manusia yang memiliki ide-ide cemerlang juga
mampu menuangkan ide-ide mereka menggunakan kreatifitas-kreatifitas mereka
sehingga terciptalah suatu barang dengan fungsi yang lebih banyak.
Untuk itu, banyak manfaat yang diperoleh dari
penulisan serta isi dari makalah ini, yaitu antara lain pembaca dapat
memperoleh pengetahuan mengenai Smart
Watch yang mulai mendunia, dapat menjadikan manusia lebih mudah dalam
menjalankan aktifitas sehari-hari, mempermudah memperoleh informasi yang ada di
sekitarnya maupun bahkan di seluruh dunia, mempermudah dalam menjalin
komunikasi antara seorang induvidu dengan individu lainnya, serta menjadikan
seorang individu menjadi selangkah lebih maju dari individu yang lainnya karena
mengikuti perkembangan teknologi sesuai zamannya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Jam Tangan Pintar (Smart Watch)
Jam
tangan pintar merupakan perangkat yang memiliki kemampuan komputasi yang cukup
tinggi. Dengan kemampuan tersebut, Smartwatch menawarkan fasilitas yang
tidak ada pada jam tangan biasa. Smartwatch merupakan perangkat yang di
desain sebagai pelengkap atau berpasangan dengan ponsel pintar (Smartphone).
Dengan begitu, anda bisa menikmati fitur-fitur seperti koneksi internet,
menjalankan aplikasi Smartphone anda, melakukan panggilan telepon,
membuat pesan via text atau video, memonitor caller ID, melihat kondisi cuaca,
mengontrol tingkat kebugaran, mendapatkan koordinat GPS dan lokasi, serta masih
banyak lagi yang bisa dilakukan oleh perangkat Smartwatch ini.
Beberapa
perusahaan ponsel pintar telah memunculkan produk jam tangan pintar ke pasaran.
Tentu saja hal ini juga dibarengi dengan munculnya perangkan ponsel pintar yang
mampu bekerja bersama dengan Smartwatch, Seperti Samsung Galaxy Note 3
dengan Gear Watch-nya. Pada 2015 ini, beberapa perusahaan besar juga memiliki
keinginan untuk merambah pasar ini, seperti Google, Samsung, Apple, LG, Sony,
Pebble dan beberapa perusahaan lainnya.
Smartwatch sendiri yang
merupakan produk Wearable device atau perangkat yang bisa dipakai ini memiliki
definisi yang berubah-ubah sesuai teknologi yang ada. Saat smartwatch masih
berteknologi PDA, maka smartwatch dikatakan mini-PDA yang bisa dikenakan pada
pergelangan tangan.
Namun saat
teknologinya berkembang pada teknologi wireless dengan berbagai fitur aplikasi
maka smartwatch dikatakan sebagai mini-tablet. Namun saat smartwatch menemui
wujudnya dalam bentuk teknologi komunikasi dan berbagai fiturnya, maka jam
tangan pintar ini disebut sebagai mini-smartphone. Menengok teknologi
smartwatch berarti kita harus tahu apa dan bagaimana sejarah smartwatch dimasa
lalu. Perkembangan jam tangan pintar saat ini bukan berarti teknologi ini baru
saja muncul. Ternyata, dalam sejarahnya konsep smartwatch ini sudah ada sejak
tahun 1978 saat Citizen mengeluarkan produk jam tangan berfitur kalkulator.
Smartwatch
berikutnya diluncurkan oleh arloji Seiko dengan arloji berprosesor tahun 1983
dan Casio dengan fitur kalkulator layar sentuhnya tahun 1984. Time Data Link
tahun 1994 juga meluncurkan jam tangan yang bisa mengunduh data komputer.
Tahun 1999
Samsung mengeluarkan SPH-WP10, jam tangan yang menggabungkan fungsi jam dan
ponsel ke dalam satu perangkat. Memasuki millenium kedua giliran IBM Linux
meluncurkan prototipe arloji yang bisa berkomunikasi dengan PC melalui koneksi
Bluetooth dengan platform Linux. Fossil sendiri meluncurkan smartwatch
berkonsep PDA (Personal Digital Assistant) dengan berbagai fitur.
Tahun 2006
giliran Microsoft yang menciptakan smartwatch SPOT yang bisa memberikan
informasi cuaca dan berita terbaru. Smartwatch berikutnya diluncurkan oleh LG
tahun 2009. Arloji cerdas yang diberi nama LG GD910 ini berlayar sentuh 1,43
inci dengan fungsi voice recognition dan text-to-speech. Selain mampu
menjalankan fungsi telepon, LG GD910 ini bisa digunakan untuk video call berkat
jaringan 3G dan kamera 0,3MP-nya.
Yang terbaru
dari perkembangan smartwatch saat ini dimiliki oleh Sony dengan terobosannya
pada penggunaan kertas elektronik (e-paper). Bahan e-paper ini diyakini mampu
menghemat daya konsumsi baterai lebih baik yang memang menjadi kelemahan
smartwatch berbahan material LCD.
2.2 Cara Kerja Jam Tangan
Pintar (Smart Watch)
instal
aplikasi LiveWare™ manager atau aplikasi Smart Connect dari Google Play™ di
ponsel Anda, jika salah satu aplikasi tersebut belum terinstal.
pasangkan
perangkat SmartWatch Anda dengan ponsel Anda menggunakan sambungan Bluetooth™.
instal aplikasi SmartWatch di ponsel Anda.
instal aplikasi-aplikasi yang khusus dibuat
untuk SmartWatch di ponsel Anda, seperti Perpesanan, Kalender, Temukan ponsel,
Facebook dan Twitter. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat membantu Anda
menjalankan fungsi pada perangkat SmartWatch Anda.
2.3 Fungsi Jam Tangan
Pintar (Smart Watch)
Perangkat mampu menerima panggilan telepon
dengan sentuhan ke pergelangan tangan Dilengkapi aplikasi kamera pintar,
perangkat ini mampu mengambil gambar dari jauh lewat SmartWatch. Anda juga bisa
mengontrol presentasi Anda dari jauh dengan menggunakan Presentation Pal Jika
Anda sedang berlari atau bersepeda? Pilih aplikasi peta pada SmartWatch untuk
memeriksa rute Anda, cukup dengan melihat sekilas ke pergelangan tangan Anda.
Bahkan menggunakan jam tangan ini, Anda bisa membaca email yang sudah
di-download sebelumnya ketika sedang tidak terhubung dengan ponsel Anda. Anda
disarankan menggunakan aplikasi lifestyle seperti Runtastic untuk merekam dan
secara instan memonitor kegiatan fitness Anda di mana saja. Secara cepat dan
mudah menyesuaikan lagu dan volume pada pemutar musik, tanpa harus mengeluarkan
ponsel dari saku Anda. Terdapat lebih dari 200 aplikasi untuk generasi pertama
dan dengan open API (Application Program Interface).
2.4 Harga Beli Jam Tangan
Pintar (Smart Watch)
Perkembangan
smartwatch yang begitu massif sekarang ini ternyata mendorong beberapa pelaku
tekno lokal untuk berkreasi dan memproduksi smartwatch. Tepatnya pada bulan
Februari 2014, SpeedUp, sebuah perusahaan lokal Indonesia telah lama malang
melintang di dunia tekno ini secara resmi meluncurkan smartwatch buatannya pada
acara Mobile World Congress, di Barcelona.
Harga SpeedUp
smartwatch sendiri saat itu merupakan harga termurah untuk kategori jam tangan
pintar dipasaran. Dengan harga jual Rp 1,5 juta, kini hanya Pebble lah yang
mampu menyaingi harga smartwatch yang terjangkau.
Beberapa fasilitas dan fitur yang
dimiliki SpeedUp smartwatch sendiri sudah cukup komplit seperti Layar berukuran
1,54 inci dengan sertifikasi IP57 atau antiair, processor MIPS 1 gigahertz
dengan RAM-nya sebesar 512 megabita. Smartwatch SpeedUp ini juga telah disertai
sistem operasi teranyar #Android 4.4 KitKat. Dengan memory sebesar 4
gigabita, anda sudah cukup bisa leluasa menyimpan file dengan ukuran yang
besar.
Baterainya
sendiri berkekuatan 300 mAh dan sudah dilengkapi bluetooth dan slot USB.
Beberapa fitur yang ada pada SpeedUp Smartwatch antara lain BlackBerry
Messenger (BBM), WhatsApp, Facebook dan Twitter.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat maka
diciptakanlah alat yang memiliki banyak fungsi. Sebagai contoh adalah Jam
Tangan Pintar (Smart Watch). Dengan Smart Watch, anda bisa menikmati
fitur-fitur seperti koneksi internet, menjalankan aplikasi Smartphone
anda, melakukan panggilan telepon, membuat pesan via text atau video, memonitor
caller ID, melihat kondisi cuaca, mengontrol tingkat kebugaran, mendapatkan
koordinat GPS dan lokasi, serta masih banyak lagi yang bisa dilakukan oleh
perangkat Smartwatch ini. Jam tangan pintar ini juga bisa kita beli
dengan harga yang terjangkau.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.anugrahpratama.com/a/smartwatch-jam-tangan-pintar-yang-diperkirakan-booming-pada-2015/